Lombok Tengah, SN -;Bupati Lombok Tengah H.L.Pathul Bahri mengklaim indeks pembangunan manusia (IPM) pada tahun 2025 meningkat menjadi 72,7, poin dari 71,19 poin pada tahun 2024. peningkatan ini menggambarkan semakin baiknya kualitas hidup masyarakat, baik dari aspek pendidikan, kesehatan, maupun daya beli. Klaim itu disampaikan Bupati didepan anggota DPRD Lombok Tengah pada sidang Pariourna DPRD dengan agenda penyampaian LKPJ tahun 2025.
Bupati mengatakan beberapa indikator menjadi tolok ukur pemda dalam menghotung kenaikan IPM diantaranya dari sisi perekonomian, pertumbuhan ekonomi daerah pada tahun 2025 pada angka 4,87 persen meningkat dibandingkan dengan tahun 2024 yaitu pada angka 3,34 persen. hal ini menandakan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat berjalan dengan baik dan mampu bertahan di tengah berbagai tantangan.
Dari sisi kesejahteraan masyarakat, angka kemiskinan berhasil kita turunkan secara signifikan dari 12,07 persen pada tahun 2024 menjadi 10,68 persen pada tahun 2025. penurunan ini menunjukkan bahwa berbagai program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat mulai memberikan hasil yang nyata.
Sementara itu, PDRB per kapita atas dasar harga berlaku juga mengalami peningkatan, dari rp.20.368.000 pada tahun 2024 menjadi rp.21.389,440 pada tahun 2025. hal ini mencerminkan adanya peningkatan kapasitas ekonomi dan pendapatan masyarakat secara umum.
Dari sisi pemerataan, indeks gini mengalami perbaikan dari 0,349 pada tahun 2024 menjadi 0,344 pada tahun 2025, yang menunjukkan bahwa ketimpangan pendapatan semakin terkendali dan hasil pembangunan semakin merata.
“adapun tingkat pengangguran terbuka pada tahun 2025 tercatat sebesar 3,36 persen. angka ini menjadi perhatian kita bersama untuk terus memperkuat penciptaan lapangan kerja dan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat” jelasnya.
