Lombok Tengah, SN - Setelah cukup lama lowong, Bupati Lombok Tengah H.L.Pathul Bahri melantik pejabat pimpinan tinggi pratama dan pejabat administrator lingkup RAUD Praya Selasa 6/10/2026.
Sebanyak 10 Pejabat RSUD Praya dilantik dan diambil sumpah oleh Bupati Lombok Tengah.
Sebanyak 10 pejabat tinggi pratama dan administrator dilantik dan diambil sumpahnya diantaranya, Sebagai Direktur Utama RSUD Praya dr. Basirun M.MRS yang sebelumnya Kabid Pelayanan Medik RSUD Praya. Wakil Dirut H.L.Najmul Erpan SKM, S.Kep, MPH, Wakil Direktur H.Haramain, M.Kes,
Selanjutnya Rohadi M.Kes sebelumnya Kabid Pengembangan SDM dimutasi menjadi Sekdis BP2AKB, M.Amin Nasir S.Kep promosi sebagai Kabid Pelayanan Medik, Kabid Pelayanan Medik,
Farida, S.Kep promosi Kabid Pelayanan Keperawatan dan Kebidanan. Kabid Pelayanan Penunjang Medik dan Non Medik M.Zulhaeri, M.PH. Taufik Akbar Kabag Umum dan Humas. Oktalin Harikarwati, ST Kabid Perencanaan dan Keuangan dan Imam Sakti Panduwijata Kabid Pengembangan SDM.
Bupati Lombok Tengah H.L.Pathul Bahri dalam sambutannya mengatakan, mutasi dilakukan karena ada perubahan status rumah sakit sehingga harus dilakukan penyesuaian.
Peningkatan kelas merupakan prestasi namun membawa konsekwensi yang tidak ringan. Peningkatan kelas ini harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Perubahan ini lanjut Bupati merupakan konsekwensi logis, dari perubahan status rimah sakit.
“Saya berjarap tidak ada yang merasa kehilangan peran” ujar Bupati.
Bupati menyindir pejabat yang berambisi menjadi direktur utama. “Semua mau jadi dirut, sabar ada saatnya, jabatan dirut hanya satu, mau saya 3 jadi dirut , namun ada syarat yang harus dilihat, baik itu pengalaman maupun jenjang pendidikan” kata Bupati
Pejabat sekarang setara eselon II a maka penataan pegawai segera dilakukan secara menyeluruh dan terukur agar berjalan sesuai yang diharapkan.
Bupati meninta direksi RSUD Praya untuk melakukan pemerataan seluruh pegawai sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Direksi harus melihat kebutuhan pegawai, kesesuaian jabatan pegawai, kebutuhan SDM dapat mendukung pelayanan rumah sakit selama 24 jam. “The right man and the right job. Tidak hanya butuh gedung dan perlengkapan yang lengkap namun SDM yang munpuni” jelasnya.
Direktur harus mulai pikirkan agar rumah sakit ini semakin maju, “Berikanlah yang terbaik untuk anak anak kita, masyarakat, untuk karyawan dibawah kuta agar menjadi penerus di rumah sakit” karmra Bupati
“ Saya punya keyakinan RS ini pasti maju. Kalau mau maju maka kita harus malu, malu tak layani masyarakat dengan baik” tambahnya.
Peneruntaj daerah kata Bupati terus memberikan suport anggaran untuk pengembangan rumah sakit. Hal itu dilakukan karena pemda ingin rumah sakit ini memberikan pelayanan terbaik bagi masyatakat. ”Kemarin kita suport 10,5 milyar rupiah untuk pengembanhan rumah sakit seperti lahan Parkir. Harus dikelola dengan baik agar rumah sakit ini bisa untiung, maka harus kompak. Tidak ada alasan untuk tidak kompak. Kalau tidak mau malu jangan buat hal hal yang tidak diinginkan” pesan Bupati
Kenaikan kelas jangan hanya perubahan nomenklatur saja namun harus malu dan mampu untuk perbaikan rumah sakit. Akuntabilitas harus dijaga, kualitas harus diutamakan. “Dulu yang urus rumah sakit sopan santun, sekarang sudah mulai menghilang. Jangan kalah sama indomart dan alpamart. Harus kedepanlan etika dan estetika pengunjung agar berikan dampak positif maka akan ada kesan baik dari masyarakat.
“Apapun itu niat kita harus perbaiki untuk melayani masyarakat dengan ikhlas” tutupnya.
